


Cerpen M Badri
Aku tak tahu kenapa perempuan berwajah porselen itu senang berlama-lama duduk di kafe tepi pelabuhan. Memandang kapal-kapal barang bersandar memuntahkan ratusan kardus yang ditata semrawut di lambungnya. Tapi sejatinya mata sayunya tak berlabuh di kapal kayu tua itu, yang cukup uzur untuk mengarungi selat. Matanya menatap jauh, menembus ombak, kabut dan gugusan langit kelabu.
Di
Kabut beriring di lereng gunung
Menari menuju lembah
Matahari masih tampak murung
Wajahnya pucat dan gelisah
Gerimis tidak menghalangi rencana perjalanan kami melewati liburan di wilayah Puncak, Jawa Barat. Bayangan udara dingin, jalan licin dan berkabut kalah oleh aroma jagung bakar, ayam bakar dan hijau lanskap alam yang membentang sepanjang mata memandang. Barangkali ini liburan terakhir kami, mahasiswa Magister Komunikasi Pembangunan IPB angkatan 2005, yang sebagian sudah mulai meninggalkan kampus. Liburan bersama menjadi sangat berharga di tengah kesibukan dengan berbagai aktivitas dan rutinitas yang cukup membelenggu.
Sebenarnya liburan ke Puncak adalah alternatif kedua, setelah rencana ke Kepulauan Seribu terhalang oleh gelombang pasang dan badai tropis. Tapi itu tidak masalah, sebab esensinya adalah kumpul dan tertawa bersama: melepas suntuk karena tesis yang belum selesai dan sederet cerita yang mewarnai studi. Untungnya saya masih bisa menikmati liburan ini, sebab beberapa hari sebelumnya sudah ujian akhir dan lulus. Namun beberapa teman? Ah, lupakan sejenak urusan kampus! Liburan hanya untuk senang-senang dan melegakan pikiran.
Gathering bersama di Flo Lounge Bellagio Boutique Mall, Kuningan, Jakarta Selatan, 15 Desember 2007, ini merupakan kegiatan bersama yang diadakan oleh Penerbit Escaeva dan Bukukita.com. Keduanya memiliki komunitas dengan jumlah anggota mencapai 15.000 orang lebih. Gathering yang dihadiri kurang lebih 100 orang peminat dan penikmat sastra tersebut berlangsung sangat meriah. Acara diawali dengan perkenalan dan makan bersama bersama, lalu dilanjutkan dengan peluncuran buku Turquoise dan Tembang Bukit Kapur serta talkshow. Tujuan Gathering ini tidak hanya melakukan pengakraban di antara anggota pecinta buku, namun juga memberikan berbagai informasi tentang dunia penulisan. Hal ini dapat dilihat dari diadakannya Talkshow Proses Kreatif Penulisan, dengan pembicara Titon Rahmawan dan M Badri, pemenang pertama Ajang Kreasi Kumpulan Cerpen. Talkshow ini dimoderatori Didik Wijaya, Managing Editor Penerbit Escaeva. Dengan
sharing bersama penulis, diharapkan anggota dapat mengerti dan memahami bagaimana sebuah buku ditulis, dan mungkin ada yang terinspirasi untuk menulis juga.
Foto 1 : Foto bersama seusai acara (dok.escaeva)
Telah terbit , buku antologi cerpen bersama TEMBANG BUKIT KAPUR. Cerpen-cerpen yang dimuat di dalam buku ini adalah cerpen-cerpen terbaik yang dipilih dari ajang lomba yang telah diadakan selama dua tahun berturut-turut. Jelas, ini bukan buku cerpen biasa. Jangan sampai terlewatkan! (escaeva.com)
Magnet Raja Ali Haji & Kegelisahan Seniman Kepri
Bintan Arts Festival (BAF) merupakan perhelatan akbar yang digelar seniman Kepri. Sutardji Calzoum Bachri, Danarto, Rendra, Putu Wijaya, Joko Pinurbo, Butet Kertarejasa, Nano Riantiarno, Marhalim Zaini, Johanes Sugianto, adalah beberapa nama di antara sekian banyak seniman ternama yang pernah datang ke Tanjungpinang, yang juga kampung halaman “presiden penyair” Sutardji Calzoum Bachri. Tahun ini yang menjadi starring adalah penyair dan novelis Sitok Srengenge dari
